Louhenapessy Dan Hadler Pemimpin Ambon 2017-2022

Ambon,CM
Richard Louhenapessy dan Syarif Hadler senin, 22/5 resmi dilantik bersamaan dengan ke-tiga kepala daerah lainnya oleh Gubernur Maluku, Said Assagaff.
Bupati – Wakil Bupati serta Walikota – Wakil Walikota terpilih periode 2017-2022 dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 15 Febuari 2017 lalu. Pelantikan ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Mentri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, SK Mendagri Nomor 131.81-3147 tentang pengangkatan Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan SK Nomor 132.81-3148 tentang pengangkatan Wakil Walikota Ambon Syarief Hadler masa jabatan 2017-2022.
Pantawan Citra Maluku, selain pelantikan Walikota Ambon Richard Louhenapessy dan Wakil Walikota Syarif Hadler 3 kepala daerah, ikut dilantik masing-masing Bupati dn Wakil Bupati SBB, MTB Dan Bupati dan Wakil Bupati Buru. Proses pelantikan ini juga bersamaan dengan dilaksanakan pemberhentian 4 penjabat Bupati dan Walikota berdasarkan SK Mendagri, masing-masing nomor 131.81-3099 tahun 2017 tentang pemberhentian penjabat Bupati SBB yaitu, Ujir Halid, SK Mendagri nomor 131.81-3102 tahun 2017 tentang pemberhentian penjabat Bupati Buru yaitu, Ismail Usemahu, SK Mendagri nomor 131.81-3106 tahun 2017 tentang pemberhentian penjabat Bupati MTB yaitu, Romelus Far-Far dan SK Mendagri nomor 131.81-3146 tentang pemberhentian penjabat Walikota Ambon yaitu, Frans. Johanes Papilaya.
Kegiatan pelantikan dilaksanakkann secara terbuka dilapangan merdeka, Ambon dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Maluku, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku, Kepala Korps Brimob Mabes Polri Murad Ismail, Bupati dan Walikota se-Maluku, pimpinan dan anggota DPRD se-Maluku, komsioner KPU dan Bawaslu beserta Panwas Provinsi maupun Kabupaten/kota, pimpinan partai politik tingkat provinsi Maluku dan kabupaten/kota, serta disaksikan seluruh masyarakat dan simpatisan 4 kepala daerah.
Gubernur Maluku, Said Assagaff usai melantik ke-4 kepala derah tersebut mengatakan,  pelantikan empat kepala daerah di Maluku merupakan bagian dari 45 pasangan Bupati – Wakil Bupati dan Walikota - Wakil Walikota oleh 21 Gubernur se-Indonesia yang merupakan hasil pilkada serentak pada tanggal 15 febuari 2017.
Olehnya,  pelantikan serentak merupakan entripoint dan bahan pembelajaran bersama untuk
memperbaiki kualitas berdemokrasi menuju pelaksanaan pilkada serentak.
Yang paling khusus Gubernur meminta kepada Bupati – Wakil Bupati SBB agar segera menyelesaikan sejumlah masalah strategis dan kursial di kabupaten SBB, antara lain penuntasan terhadap proses penataan kelembagaan perangkat daerah beserta pengisisan jabatan structural, masalah tata kelola pemerintahan yang sangat amburadul, disiplin pegawai, banyaknya kasus korupsi dan laporan keuangan yang selalu Disclaimer. Serta persiapan sumber daya manusia yang memadai yang relevan dengan kekayaan SDA di SBB yang sangat melimpah.
Untuk itu, Gubernur berharab, kepada semua kabupaten yang masih disclaimer tahun ini tidak ada lagi disclaimer. Segera identifikasi akar masalahnya, solusi serta langkah-langkah percepatan pembenaan, konsultasikan kepada saya.
Disaat yang sama, sebagai warga kota Ambon dirinya bersykur bahwa prestasi nasional kota Ambon yang diterima pada tahun 2016 adalah penghargaan adipura buana yakni penghargaan sebagai kotra yang layak huni.
“Saya beserta seluruh masyarakat kota Ambon menaruh harapan besar kepada Wlaikota-Walikota terpilih untuk terus membenahi kota Ambon menjadi lebih bersih, terang, nyaman dan semakin layak dihuni,”ungkapnya.
Sebagai kota yang menyandang status sebagai salah satu kota besar modern di Indonesia, selain city of music, dirinya juga berharap kota Ambon dapat menjadi baileo besar orang basudara bagi seluruh warga kota Ambon yang semakin majemuk. (CM-01)

Komentar